Tips Dapur

Mengenal Metode Penggorengan Deep Frying dan Tips Melakukannya

Ditulis oleh : Bu Molly

Mengenal Metode Penggorengan Deep Frying dan Tips Melakukannya

Deep fry adalah teknik menggoreng makanan dengan cara merendam seluruh bahan makanan di dalam minyak panas dalam jumlah yang banyak. Berbeda dari teknik menggoreng lain yang hanya menggunakan sedikit minyak, deep frying memastikan seluruh permukaan bahan terkena panas minyak secara langsung dan merata dari semua sisi sekaligus.

Hasilnya adalah makanan yang matang sempurna dari dalam, dengan lapisan luar yang crispy merata di seluruh permukaan. Teknik inilah yang menghasilkan kerenyahan khas pada ayam goreng tepung, kentang goreng, donat, dan berbagai gorengan lain yang sangat populer.

Berikut penjelasan lengkap tentang apa itu deep frying, bagaimana perbedaannya dengan teknik menggoreng lain, dan tips melakukannya dengan benar.

Pengertian Deep Fry dan Cara Kerjanya

Deep fry, atau dalam bahasa Indonesia disebut menggoreng rendam, adalah metode memasak di mana bahan makanan dimasukkan ke dalam minyak panas yang cukup banyak sehingga bahan terendam seluruhnya atau sebagian besar. Suhu minyak dalam proses deep frying umumnya berkisar antara 170 sampai 190 derajat Celsius.

Cara kerjanya: ketika bahan makanan yang mengandung air dimasukkan ke dalam minyak panas, panas dari minyak langsung memaksa air di dalam bahan menguap dengan sangat cepat. Uap air ini bergerak ke luar melalui permukaan bahan, sementara minyak panas langsung menutup dan mengeraskan lapisan luar. Proses ini yang menciptakan lapisan crispy yang khas di luar sementara bagian dalam tetap lembap dan matang oleh panas yang merembes dari luar ke dalam.

Perbedaan Deep Fry dengan Teknik Menggoreng Lainnya

Ada beberapa teknik menggoreng yang sering disamakan atau dipertukarkan, padahal cara kerja dan hasilnya berbeda:

Teknik Jumlah Minyak Suhu Kelebihan Cocok Untuk
Deep Frying Banyak (bahan terendam) 170-190°C Matang merata, crispy sempurna Ayam, kentang goreng, donat, bakwan
Shallow Frying Sedang (setengah tinggi bahan) 160-180°C Hemat minyak, crispy di satu sisi Ikan, tempe, tahu, risoles
Pan Frying Sedikit (melapisi wajan) 150-180°C Sangat hemat minyak Daging, ikan, telur, sayuran
Stir Frying Sedikit (menumis) Tinggi, api besar Cepat, wok hei, sayuran tetap segar Tumisan, nasi goreng, mie goreng

Alat dan Persiapan untuk Deep Frying

Tidak dibutuhkan peralatan khusus untuk melakukan deep frying di rumah, tapi beberapa hal perlu dipersiapkan dengan benar untuk hasil yang optimal dan keamanan saat menggoreng.

Wadah yang ideal adalah panci atau kuali berdinding tinggi yang bisa menampung minyak dalam jumlah yang cukup dengan ruang yang aman di bagian atas agar minyak tidak meluap saat bahan dimasukkan. Panci dengan tutup berguna untuk mengantisipasi percikan minyak. Termometer minyak sangat membantu untuk memastikan suhu selalu dalam rentang yang tepat, tapi tidak wajib karena ada cara lain untuk mengetes suhu.

Untuk meniriskan, rak kawat adalah pilihan terbaik karena memungkinkan sirkulasi udara dari semua sisi sehingga minyak menetes dan uap tidak terperangkap di bawah gorengan. Tisu dapur sebagai alternatif bisa digunakan tapi letakkan gorengan di atasnya sebentar saja, jangan didiamkan karena bagian bawah akan cepat lembek.

Tips Deep Frying yang Benar

  • Panaskan minyak terlebih dahulu sebelum memasukkan bahan. Cara mengetes tanpa termometer: masukkan ujung sumpit kayu ke dalam minyak. Kalau langsung muncul gelembung-gelembung kecil yang aktif, suhu sudah sekitar 170 derajat Celsius dan minyak siap digunakan.
  • Keringkan bahan sebelum digoreng. Bahan yang basah atau lembab menyebabkan percikan minyak yang berbahaya dan membuat gorengan tidak crispy. Tepuk-tepuk dengan tisu dapur sebelum melapisi dengan adonan atau tepung.
  • Jangan memasukkan terlalu banyak bahan sekaligus. Ini adalah kesalahan yang paling umum. Terlalu banyak bahan menurunkan suhu minyak drastis, menghasilkan gorengan yang menyerap minyak lebih banyak dan tidak crispy. Goreng dalam batch yang lebih kecil dan beri jeda agar suhu minyak kembali naik.
  • Atur waktu menggoreng sesuai ukuran dan jenis bahan. Bahan yang lebih tebal atau padat membutuhkan waktu lebih lama. Panduan umum: ayam potongan kecil sekitar 8 sampai 10 menit, bakwan sekitar 3 sampai 4 menit, kentang goreng tebal sekitar 5 sampai 6 menit. Angkat saat warna sudah golden brown.
  • Tiriskan dengan benar di rak kawat dan jangan langsung menumpuk gorengan saat masih panas karena uap dari gorengan bawah akan melembapkan yang di atasnya.

FAQ Seputar Deep Frying

Berapa banyak minyak yang dibutuhkan untuk deep frying?

Idealnya, minyak cukup untuk merendam bahan makanan sepenuhnya atau setidaknya tiga perempat dari tinggi bahan. Untuk panci ukuran sedang, biasanya dibutuhkan sekitar 1 sampai 1,5 liter minyak. Penting untuk tidak mengisi panci lebih dari setengah kapasitasnya dengan minyak untuk keamanan, karena minyak bisa meluap saat bahan dimasukkan dan berbuih.

Apakah minyak deep frying bisa dipakai ulang?

Bisa, tapi perlu disaring terlebih dahulu setelah setiap pemakaian untuk membuang partikel-partikel sisa makanan yang bisa membuat minyak cepat gosong pada penggunaan berikutnya. Minyak deep frying yang baik bisa dipakai 2 sampai 4 kali tergantung jenis makanan yang digoreng. Tanda minyak sudah tidak layak: warnanya sangat gelap, berbau tidak sedap, dan berbusa berlebihan saat dipanaskan.

Apakah deep frying lebih berbahaya dari teknik memasak lain?

Perlu kehati-hatian ekstra karena minyak panas dalam jumlah banyak berisiko menyebabkan luka bakar yang serius jika tumpah atau meluap. Beberapa keamanan dasar: jangan mengisi panci lebih dari setengah dengan minyak, keringkan bahan sebelum dimasukkan agar tidak menyebabkan percikan, gunakan alat yang panjang seperti sumpit atau penjepit untuk memasukkan dan mengangkat bahan, dan jangan pernah meninggalkan minyak yang sedang dipanaskan tanpa pengawasan.

Deep Frying yang Sempurna Dimulai dari Minyak yang Tepat

Hasil deep frying sangat bergantung pada kualitas dan stabilitas minyak yang digunakan. Minyak yang tidak stabil saat dipanaskan akan cepat gosong, menghasilkan gorengan yang warnanya tidak merata, dan minyak tidak bisa dipakai lebih dari satu kali.

Untuk hasil masakan yang selalu istimewa, pastikan menggunakan Minyak Goreng Bimoli Klasik, minyak yang mudah dipanaskan namun suhu tetap stabil dan tidak cepat gosong.

Dengan minyak yang tidak cepat gosong, Moms bisa menggoreng dan menumis masakan tanpa khawatir dan hasil masakannya menjadi lebih istimewa!